Kehidupan adalah anugerah teindah yang diberikan Tuhan pada kita. Skenario terhebat yang pernah dibuat oleh Sang Pencipta. Segala hal yang terjadi di dalamnya adalah rahasia dan penuh kejutan. Namun itulah yang menarik, suatu hal yang bisa membuat kita selalu penasaran dan melakukan yang terbaik. Karena apapun yang berada di ujung jalan ini adalah hasil dari semua yang telah kita tanam. Pada dasarnya hidup adalah suatu hal yang sederhana. Namun pada kenyataannya, hidup selalu terlihat rumit. Kerumitan ini kebanyakan berasal dari kita sendiri. Mungkin karena janji yang kita buat saat sedang senang namun kita ingkari. Atau mungkin karena keputusan yang kita yang kita buat saat kita marah. Atau bahkan karena dusta yang sering kita buat untuk melindungi diri kita sendiri dari sebuah masalah. Selalu lari dari masalah takkan pernah membuatmu tenang. Hal itu hanya akan memperberat bebanmu sendiri.
Namun jujur, segala masalah terkadang terasa sulit untuk dipecahkan. Bahkan untuk masalah yang kita tau persis apa yang harus dilakukan untuk memecahkannya. Namun, kita tetap tak bisa melakukannya. Seperti yang orang-orang katakan, saat kau merindukan seseorang maka katakanlah, saat kau ingin tau sesuatu maka tanyakanlah, saat kau jatuh cinta maka nyatakanlah atau saat kau ingin dimengerti maka jelaskanlah. Kita hanya perlu mengatakan apa yang membuat kita resah. Tapi, pada kenyataannya kita tetap tak bisa mengatakannya semudah itu. Karena semua tindakan kita adalah sebuah keputusan. Dan tiap keputusan akan meninggalkan dampak. Setelah kita menyatakan pendapat kita, orang lain akan mulai menilai kita berdasarkan kesimpulan mereka masing-masing. Jadi kita tak bisa begitu saja mengambil keputusan.
Hidup bukanlah tentang menemukan jati diri, namun lebih ke membentuk jati diri. Membentuk pandangan orang lain terhadap kita dan menentukan jalan mana yang akan kita tempuh. Membentuk jati diri di hadapan orang lain bukan berarti kita harus bisa membahagiakan semua orang di sekitar kita. Kebanyakan orang hanya peduli akan hasil dari segala usaha yang kau lakukan. Mereka hanya akan mengabaikan proses yang kau lalui dan mulai menarik kesimpulan. Hingga terkadang mereka menilaimu buruk hanya karena mereka tak tau apa yang telah kau hadapi selama ini. Mereka takkan pernah memujimu mengenai segala hal baik yang pernah kau lakukan. Namun selalu mengkritik setiap kesalahan yang pernah kau perbuat. Begitulah hidup ini, memang kadang terasa tak adil.
Dalam kehidupan ada 3 aturan penting yang pasti berlaku. Pertama, jika kau tak bertindak saat kau ingin menggapai sesuatu maka kau takkan mendapatkannya. Kedua, jika kau bimbang akan sesuatu namun tidak mau bertanya maka jawabannya selalu tidak. Ketiga, jika kau tak melangkah maju maka kau akan berada di tempat yang sama, terjebak dalam masa lalu. Ketika kau ingin mendapat perlakuan baik dari orang lain, kau harus melakukan hal yang sama pada orang lain. Mungkin kau pernah merasa bahwa semua hal yang telah kau lakukan sia-sia. Atau semua hal tak berjalan sesuai rencanamu. Namun, kuyakin suatu hari kau akan mengerti bahwa apapun yang kau sentuh akan mati. Akan selalu ada akhir bagi semua hal yang pernah kau miliki. Jadi yang bisa kau lakukan hanyalah melepasnya dengan ikhlas jika saat itu telah tiba. Suatu saat, mungkin kau juga akan mengerti mengapa segala inginmu tak pernah terwujud meski tahun demi tahun terlewati. Ingatlah, daun jatuhpun telah diatur oleh Tuhan, apalagi keinginan yang ada di dalam hati manusia. Kenyataan yang dihadapi, pertemuan dengan orang-orang tertentu, berbagai suasana hati yang tak menentu, semangat yang naik-turun. Tuhan selalu punya maksud dibalik semua itu. Tak ada yang namanya kebetulan di dunia ini. Semua yang terjadi padamu, padaku dan padanya adalah bagian dari rencana-Nya. Semua itu adalah hasil dari apa yang telah kau tanam dan hak yang yang pantas kau peroleh. Tuhan berjanji bahwa semua hal yang yang ditakdirkan untukmu hanyalah soal waktu. Namun, yang tidak adalah pasrahmu menerimanya.
Memang terkadang menyakitkan saat tau bahwa semua hal yang telah kau perjuangkan tak mendapat balasan sesuai dengan yang kau harapkan. Setelah semua hal terjadi, mungkin kau malah mendapat cemoohan atau mungkin dikatakan plin-plan dalam mengambil sebuah keputusan. Atau yang terburuk, saat kau dihancurkan dengan alasan kau terlalu baik. Sama halnya dengan kenangan. Kenangan buruk tak melukaimu, kenangan indahlah yang melakukannya. Sebab sesuatu yang indah sangatlah menyakitkan saat kita sadar bahwa itu hanyalah sebuah kenangan. Terkadang sesuatu yang kau anggap baik tak selalu baik bagimu meski pada awalnya terasa menyenangkan. Karena itulah, Tuhan tak memberi apa yang kau inginkan, melainkan memberi apa yang kau butuhkan. Saat kau berusaha mempertahankan sesuatu yang kau inginkan, hal itu akan sia-sia jika itu memang bukan untukmu. Berjuang mati-matian demi suatu hal adalah tindakan yang sia-sia jika hal itu inginnya terlepas. Mengukir cerita indah untuk hidupmu tidaklah salah. Namun setiap keputusan mengandung tanggung jawab besar. Jika kau telah memutuskan untuk membuat cerita indah maka jangan biarkan cerita itu hanya menjadi kenangan yang menyakitkan. Bukankah kau setuju bahwa cerita indah dibuat bukan hanya untuk dinikmati, namun juga untuk dijaga?
Dalam hidup kita dituntut untuk dinamis, selalu beradaptasi dengan kondisi dan lingkungan baru. Namun bukan berarti kita tak bisa memilih jalan hidup kita sendiri. Saat kau makin bertambah dewasa, kau akan sadar bahwa aturan dibuat untuk dilanggar. Aturan adalah batas standar kebahagiaan seseorang. Ia yang menjagamu dari segala resiko yang akan menimpamu. Namun sekaligus sebagai penjara bagi ide-ide brilianmu. Pergi melawan arus, menolak untuk menyesuaikan diri, mengambil jalan yang jarang dilalui bukan jalan yang bunuh diri. Cukup berani untuk hidup di istilahmu sendiri dan tak pernah meminta maaf untuk itu. Melawan arus bukan berarti menolak untuk beradaptasi. Namun lebih ke adaptasi dengan caramu sendiri. Karena kaulah satu-satunya orang yang paham akan hidupmu.
Hidup adalah perjuangan. Ya, perjuangan demi hal yang kau anggap sebagai kebahagiaan. Selama berjuang, mengeluh adalah hal yang wajar asalkan tak menyerah dan keluar. Namun, segala hal yang berlebihan pun tidaklah baik bagi kita. Janganlah hidup layaknya semut. Memang benar jika semut adalah makhluk kecil yang damai, ramah dan pekerja keras. Mereka setiap hari terus bekerja, menumpuk makanan yang bisa mereka gunakan untuk bertahun-tahun. Yang ada di pikiran mereka hanyalah bekerja dan mencari makan, padahal umur mereka tak ada yang sampai satu tahun. Janganlah hidup hanya untuk mengejar impianmu di dunia. Jadilah orang yang bisa berguna bagi orang lain, bukan hanya untuk dirimu sendiri. Karena bagaimanapun, kita adalah makhluk sosial. Dan percayalah, berbagi kebahagiaan dengan orang lain malah akan membuatmu merasa lebih bahagia. Selain itu, dalam berjuang di dunia mungkin kau percaya bahwa hasil sama dengan usaha. Padahal ada hal yang lebih kuat daripada itu, yaitu doa. Doa dari orang tua dan orang-orang yang mendukungmulah yang akan mengantarkanmu pada kesuksesan yang barokah.
Yang harus kita pahami disini adalah semua orang sama-sama berjuang dengan cara mereka masing-masing. Tiap keputusan yang mereka ambil tidaklah salah, hanya berbeda tujuan. Hanya karena ia kuat, bukan berarti mereka tak berjuang. Hanya karena ia tertawa, bukan berarti semua hal baik-baik saja. Hanya karena ia memiliki keyakinan, bukan berarti ia mudah untuk percaya akan hal itu. Percayalah, semua orang mengalami hal itu setiap harinya. Kebanyakan dari mereka hanya memilih untuk tidak protes karena merasa di luar sana ada orang yang memiliki hari lebih buruk daripada dirinya. Namun saat kau adalah satu-satunya orang yang beruntung. Orang-orang lupa bahwa kau adalah manusia, lupa bahwa kau juga memiliki perasaan. Sedangkan mereka terus-menerus mengatakan bahwa kau tak tau bagaimana rasanya berada di posisi mereka. Mereka hanya tak tau bahwa sebelum saat ini datang, kau juga pernah berada di posisi yang sama dengan mereka. Berjuang mati-matian demi keadilan hidup, sama seperti yang mereka perjuangkan saat ini.
Jika kau pernah merasa tersakiti, tetaplah jadi orang baik. Jangan berubah menjadi orang jahat hanya karena ingin dipedulikan. Tetaplah yakin bahwa dirimu adalah orang baik, dan terus berusaha untuk memperbaiki segala kesalahanmu di masa lalu. Memang benar, menasehati orang lain lebih mudah daripada menyelesaikan masalahmu sendiri. Oleh karena itu, jika kau sedang dalam masalah. Tanyakan pada dirimu sendiri, saran apa yang kau berikan pada orang lain jika orang itu mengalami masalah yang sama seperti yang kau hadapi saat ini. Dan kemudian, terapkanlah hal itu pada masalahmu. Kau tau? kurasa tiap orang pernah merasakan rasanya sakit hati. Mungkin dikhianati oleh kekasihnya, sahabatnya atau orang-orang yang ia percayai. Kenangan indah yang kaubuat bersama mereka akan menjadi racun yang dapat membuatmu merasa tersiksa sepanjang waktu. Memikirkan tentang mengapa semua hal ini bisa terjadi. Namun tenanglah, karena hatimu sudah tau bagaimana cara menyembuhkan dirinya sendiri. Yang perlu kau khawatirkan adalah pikiranmu. Tempat dimana semua kenangan tersimpan dan terkunci rapat. Kenangan terus berputar-putar di kepalamu layaknya sebuah kaset rusak yang selalu membuatmu merasa terpuruk. Satu-satunya hal yang bisa kau lakukan hanyalah merelakan hal itu untuk pergi dan mulai melangkah kembali. Karena di depan sana, Tuhan telah menyiapkan hal besar lain yang lebih baik untukmu.
Segala rahasia kehidupan mulai dari yang paling umum hingga yang paling jarang ditemukan, rahasia hati.
Sabtu, 18 Februari 2017
Minggu, 22 Januari 2017
Stuck in Reverse
Kehidupan adalah hasil dari untaian keputusan yang telah kita buat selama ini. Tiap keputusan yang kita buat sebelumnya akan membawa kita menuju titik dimana kita berada saat ini. Akan menjadi apa kita di masa depan tergantung dari keputusan yang akan kita buat di masa sekarang. Namun, ini bukanlah tentang masa lalu, masa sekarang ataupun masa depan. Kali ini, kita akan membahas tentang pentingnya mengambil keputusan yang tepat.
Mungkin kita semua pernah bertanya-tanya tentang apakah keputusan yang kita ambil adalah yang terbaik. Atau setidaknya, apakah keputusan yang telah kita ambil adalah benar? Pada dasarnya, keputusan adalah hasil dari pertimbangan mendalam dari suatu masalah. Sebelum mengambil sebuah keputusan tentunya kita telah mengumpulkan berbagai alasan yang terbaik serta memikirkan dampaknya kemudian hari. Tiap pilihan yang ada pastinya memiliki keuntungan dan dampak negatifnya masing-masing. Yang bisa kita lakukan hanyalah meminimalisir dampak negatif yang akan terjadi. Sering kali dalam mengambil sebuah keputusan kita melibatkan perasaan pribadi yang membuat semua hal terlihat makin rumit. Ego dan keinginan untuk membahagiakan semua orang tiba-tiba menguasai diri kita dan memperumit keadaan. Padahal kita tahu bahwa kita tak bisa membahagiakan semua orang sekaligus. Hal ini yang terkadang menghambat kita dalam mengambil sebuah keputusan. Beberapa masalah bahkan membuat kita seakan-akan terjebak dalam sebuah pernyataan yang saling bertolak belakang. Misalnya, jika kita meraih yang kita inginkan, namun tidak mendapatkan apa yang kita butuhkan. Bukankah itu terasa tak nyaman? Di satu sisi, kita berhasil mendapatkan apa yang kita idamkan selama ini. Namun di sisi lain, kita kehilangan sesuatu yang lebih penting yaitu kebutuhan. Itulah mengapa banyak orang yang sering terjebak dalam masa lalu dan terus memikirkan apa yang telah terjadi meskipun kita tak bisa kembali ke saat itu. Beberapa orang malah lebih parah, mereka tak berani mengambil keputusan dan hanya membiarkan semua masalah yang ada terus menumpuk. Berharap bahwa suatu saat masalah itu akan selesai dengan sendirinya. Orang yang berada pada keadaan inilah yang kita sebut sebagai 'Stuck in Reverse'.
Mereka yang terjebak dalam istana pikirannya sendiri dan tak berani keluar. Hingga pada akhirnya, ketika ia sadar, semua sudah terlambat. Jika saja ia memilih salah satu pilihan yang ada, mungkin ia bisa mendapatkan sedikit keuntungan. Namun, kenyataannya sekarang ia hanya mendapatkan semua dampak buruknya. Pernahkah kalian mendengar cerita dari Agama Islam mengenai nabi Musa a.s? Itu adalah kisah seorang nabi yang berusaha menyelamatkan umatnya dari kekejaman raja Firáun. Namun, setelah berlari cukup jauh tibalah ia di tepi laut merah. Disinilah keadaan memburuk, nabi Musa dihadapkan oleh sebuah keputusan yang sulit. Di depannya terbentang laut luas yang tak mungkin bisa diseberangi dengan tangan kosong. Sedangkan, di belakangnya pasukan Firáun sedang memburunya. Namun, jika ia hanya berdiam diri disana ia akan tetap mati. Maju, mundur bahkan diam adalah jalan menuju kematian. Lalu apa yang harus dilakukan? Disinilah Tuhan mengambil peran-Nya. Laut terbelah menjadi dua, membukakan jalan menuju kehidupan baru. Takdir telah disusun ulang, hanya dengan sebuah doa dan keajaiban. Itulah mengapa kita wajib berdoa. Karena ada beberapa hal yang berada di luar kuasa kita.
Dalam kitab suci Al-Qurán juga dijelaskan bahwa Allah takkan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada dirinya. Namun bukan berarti jika kita telah berusaha keras, kita akan mendapatkan semua yang kita inginkan. Karena Allah memberikan apa yang kau butuhkan, bukan apa yang kau inginkan. Semua hal akan membaik meski tak sesempurna ekspetasi. Jadi bisa kita simpulkan bahwa, kita bisa berusaha sekuat tenaga namun keputusan akhir tetap di tangan Tuhan.
Baiklah, kembali ke masalah utama. Setelah mengetahui semua hal diatas, apa yang harus kita lakukan ketika akan mengambil sebuah keputusan? Mungkin aku akan berkata, tetap lakukanlah sesuai caramu. Pada dasarnya, tidak ada keputusan yang salah. Semua keputusanmulah yang membuatmu menjadi pribadi yang seperti sekarang. Yang membuatmu merasa salah mengambil keputusan adalah rasa bersalahmu sendiri terhadap orang lain. Karena menurutku, sebelum seseorang mengambil sebuah keputusan, ia pasti telah melakukan riset tentang semua alasan yang ada. Jadi, keputusan yang terbentuk pastilah keputusan yang terbaik. Lagipula, yang paling mengerti hidupmu adalah dirimu sendiri. Pendapat orang lain tentang hidupmu hanyalah sebuah saran, bukan hal yang harus dijalani. Namun, ada satu hal yang membuatmu dikatakan salah dalam mengambil keputusan yaitu saat kau memilih untuk diam. Diam bukanlah sebuah keputusan yang bijak. Hal itu hanya akan membuat masalah makin menumpuk. Jadilah lebih berani! Lakukan apa yang perlu kau lakukan. Hadapi semua dampaknya dengan tegar dan jangan pernah meminta maaf atas keputusan yang telah kau buat. Yakinlah bahwa keputusanmu adalah yang terbaik. Jangan pernah menoleh ke belakang lagi dan menyesalinya. Just prepare yourself.. for the future.
Mungkin kita semua pernah bertanya-tanya tentang apakah keputusan yang kita ambil adalah yang terbaik. Atau setidaknya, apakah keputusan yang telah kita ambil adalah benar? Pada dasarnya, keputusan adalah hasil dari pertimbangan mendalam dari suatu masalah. Sebelum mengambil sebuah keputusan tentunya kita telah mengumpulkan berbagai alasan yang terbaik serta memikirkan dampaknya kemudian hari. Tiap pilihan yang ada pastinya memiliki keuntungan dan dampak negatifnya masing-masing. Yang bisa kita lakukan hanyalah meminimalisir dampak negatif yang akan terjadi. Sering kali dalam mengambil sebuah keputusan kita melibatkan perasaan pribadi yang membuat semua hal terlihat makin rumit. Ego dan keinginan untuk membahagiakan semua orang tiba-tiba menguasai diri kita dan memperumit keadaan. Padahal kita tahu bahwa kita tak bisa membahagiakan semua orang sekaligus. Hal ini yang terkadang menghambat kita dalam mengambil sebuah keputusan. Beberapa masalah bahkan membuat kita seakan-akan terjebak dalam sebuah pernyataan yang saling bertolak belakang. Misalnya, jika kita meraih yang kita inginkan, namun tidak mendapatkan apa yang kita butuhkan. Bukankah itu terasa tak nyaman? Di satu sisi, kita berhasil mendapatkan apa yang kita idamkan selama ini. Namun di sisi lain, kita kehilangan sesuatu yang lebih penting yaitu kebutuhan. Itulah mengapa banyak orang yang sering terjebak dalam masa lalu dan terus memikirkan apa yang telah terjadi meskipun kita tak bisa kembali ke saat itu. Beberapa orang malah lebih parah, mereka tak berani mengambil keputusan dan hanya membiarkan semua masalah yang ada terus menumpuk. Berharap bahwa suatu saat masalah itu akan selesai dengan sendirinya. Orang yang berada pada keadaan inilah yang kita sebut sebagai 'Stuck in Reverse'.
Mereka yang terjebak dalam istana pikirannya sendiri dan tak berani keluar. Hingga pada akhirnya, ketika ia sadar, semua sudah terlambat. Jika saja ia memilih salah satu pilihan yang ada, mungkin ia bisa mendapatkan sedikit keuntungan. Namun, kenyataannya sekarang ia hanya mendapatkan semua dampak buruknya. Pernahkah kalian mendengar cerita dari Agama Islam mengenai nabi Musa a.s? Itu adalah kisah seorang nabi yang berusaha menyelamatkan umatnya dari kekejaman raja Firáun. Namun, setelah berlari cukup jauh tibalah ia di tepi laut merah. Disinilah keadaan memburuk, nabi Musa dihadapkan oleh sebuah keputusan yang sulit. Di depannya terbentang laut luas yang tak mungkin bisa diseberangi dengan tangan kosong. Sedangkan, di belakangnya pasukan Firáun sedang memburunya. Namun, jika ia hanya berdiam diri disana ia akan tetap mati. Maju, mundur bahkan diam adalah jalan menuju kematian. Lalu apa yang harus dilakukan? Disinilah Tuhan mengambil peran-Nya. Laut terbelah menjadi dua, membukakan jalan menuju kehidupan baru. Takdir telah disusun ulang, hanya dengan sebuah doa dan keajaiban. Itulah mengapa kita wajib berdoa. Karena ada beberapa hal yang berada di luar kuasa kita.
Dalam kitab suci Al-Qurán juga dijelaskan bahwa Allah takkan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada dirinya. Namun bukan berarti jika kita telah berusaha keras, kita akan mendapatkan semua yang kita inginkan. Karena Allah memberikan apa yang kau butuhkan, bukan apa yang kau inginkan. Semua hal akan membaik meski tak sesempurna ekspetasi. Jadi bisa kita simpulkan bahwa, kita bisa berusaha sekuat tenaga namun keputusan akhir tetap di tangan Tuhan.
Baiklah, kembali ke masalah utama. Setelah mengetahui semua hal diatas, apa yang harus kita lakukan ketika akan mengambil sebuah keputusan? Mungkin aku akan berkata, tetap lakukanlah sesuai caramu. Pada dasarnya, tidak ada keputusan yang salah. Semua keputusanmulah yang membuatmu menjadi pribadi yang seperti sekarang. Yang membuatmu merasa salah mengambil keputusan adalah rasa bersalahmu sendiri terhadap orang lain. Karena menurutku, sebelum seseorang mengambil sebuah keputusan, ia pasti telah melakukan riset tentang semua alasan yang ada. Jadi, keputusan yang terbentuk pastilah keputusan yang terbaik. Lagipula, yang paling mengerti hidupmu adalah dirimu sendiri. Pendapat orang lain tentang hidupmu hanyalah sebuah saran, bukan hal yang harus dijalani. Namun, ada satu hal yang membuatmu dikatakan salah dalam mengambil keputusan yaitu saat kau memilih untuk diam. Diam bukanlah sebuah keputusan yang bijak. Hal itu hanya akan membuat masalah makin menumpuk. Jadilah lebih berani! Lakukan apa yang perlu kau lakukan. Hadapi semua dampaknya dengan tegar dan jangan pernah meminta maaf atas keputusan yang telah kau buat. Yakinlah bahwa keputusanmu adalah yang terbaik. Jangan pernah menoleh ke belakang lagi dan menyesalinya. Just prepare yourself.. for the future.
Langganan:
Postingan (Atom)