-->
SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA . . .

Minggu, 22 Januari 2017

Stuck in Reverse

     Kehidupan adalah hasil dari untaian keputusan yang telah kita buat selama ini. Tiap keputusan yang kita buat sebelumnya akan membawa kita menuju titik dimana kita berada saat ini. Akan menjadi apa kita di masa depan tergantung dari keputusan yang akan kita buat di masa sekarang. Namun, ini bukanlah tentang masa lalu, masa sekarang ataupun masa depan. Kali ini, kita akan membahas tentang pentingnya mengambil keputusan yang tepat.
     Mungkin kita semua pernah bertanya-tanya tentang apakah keputusan yang kita ambil adalah yang terbaik. Atau setidaknya, apakah keputusan yang telah kita ambil adalah benar? Pada dasarnya, keputusan adalah hasil dari pertimbangan mendalam dari suatu masalah. Sebelum mengambil sebuah keputusan tentunya kita telah mengumpulkan berbagai alasan yang terbaik serta memikirkan dampaknya kemudian hari. Tiap pilihan yang ada pastinya memiliki keuntungan dan dampak negatifnya masing-masing. Yang bisa kita lakukan hanyalah meminimalisir dampak negatif yang akan terjadi. Sering kali dalam mengambil sebuah keputusan kita melibatkan perasaan pribadi yang membuat semua hal terlihat makin rumit. Ego dan keinginan untuk membahagiakan semua orang tiba-tiba menguasai diri kita dan memperumit keadaan. Padahal kita tahu bahwa kita tak bisa membahagiakan semua orang sekaligus. Hal ini yang terkadang menghambat kita dalam mengambil sebuah keputusan. Beberapa masalah bahkan membuat kita seakan-akan terjebak dalam sebuah pernyataan yang saling bertolak belakang. Misalnya, jika kita meraih yang kita inginkan, namun tidak mendapatkan apa yang kita butuhkan. Bukankah itu terasa tak nyaman? Di satu sisi, kita berhasil mendapatkan apa yang kita idamkan selama ini. Namun di sisi lain, kita kehilangan sesuatu yang lebih penting yaitu kebutuhan. Itulah mengapa banyak orang yang sering terjebak dalam masa lalu dan terus memikirkan apa yang telah terjadi meskipun kita tak bisa kembali ke saat itu. Beberapa orang malah lebih parah, mereka tak berani mengambil keputusan dan hanya membiarkan semua masalah yang ada terus menumpuk. Berharap bahwa suatu saat masalah itu akan selesai dengan sendirinya. Orang yang berada pada keadaan inilah yang kita sebut sebagai 'Stuck in Reverse'.
     Mereka yang terjebak dalam istana pikirannya sendiri dan tak berani keluar. Hingga pada akhirnya, ketika ia sadar, semua sudah terlambat. Jika saja ia memilih salah satu pilihan yang ada, mungkin ia bisa mendapatkan sedikit keuntungan. Namun, kenyataannya sekarang ia hanya mendapatkan semua dampak buruknya. Pernahkah kalian mendengar cerita dari Agama Islam mengenai nabi Musa a.s? Itu adalah kisah seorang nabi yang berusaha menyelamatkan umatnya dari kekejaman raja Firáun. Namun, setelah berlari cukup jauh tibalah ia di tepi laut merah. Disinilah keadaan memburuk, nabi Musa dihadapkan oleh sebuah keputusan yang sulit. Di depannya terbentang laut luas yang tak mungkin bisa diseberangi dengan tangan kosong. Sedangkan, di belakangnya pasukan Firáun sedang memburunya. Namun, jika ia hanya berdiam diri disana ia akan tetap mati. Maju, mundur bahkan diam adalah jalan menuju kematian. Lalu apa yang harus dilakukan? Disinilah Tuhan mengambil peran-Nya. Laut terbelah menjadi dua, membukakan jalan menuju kehidupan baru. Takdir telah disusun ulang, hanya dengan sebuah doa dan keajaiban. Itulah mengapa kita wajib berdoa. Karena ada beberapa hal yang berada di luar kuasa kita.
     Dalam kitab suci Al-Qurán juga dijelaskan bahwa Allah takkan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada dirinya. Namun bukan berarti jika kita telah berusaha keras, kita akan mendapatkan semua yang kita inginkan. Karena Allah memberikan apa yang kau butuhkan, bukan apa yang kau inginkan. Semua hal akan membaik meski tak sesempurna ekspetasi. Jadi bisa kita simpulkan bahwa, kita bisa berusaha sekuat tenaga namun keputusan akhir tetap di tangan Tuhan.
     Baiklah, kembali ke masalah utama. Setelah mengetahui semua hal diatas, apa yang harus kita lakukan ketika akan mengambil sebuah keputusan? Mungkin aku akan berkata, tetap lakukanlah sesuai caramu. Pada dasarnya, tidak ada keputusan yang salah. Semua keputusanmulah yang membuatmu menjadi pribadi yang seperti sekarang. Yang membuatmu merasa salah mengambil keputusan adalah rasa bersalahmu sendiri terhadap orang lain. Karena menurutku, sebelum seseorang mengambil sebuah keputusan, ia pasti telah melakukan riset tentang semua alasan yang ada. Jadi, keputusan yang terbentuk pastilah keputusan yang terbaik. Lagipula, yang paling mengerti hidupmu adalah dirimu sendiri. Pendapat orang lain tentang hidupmu hanyalah sebuah saran, bukan hal yang harus dijalani. Namun, ada satu hal yang membuatmu dikatakan salah dalam mengambil keputusan yaitu saat kau memilih untuk diam. Diam bukanlah sebuah keputusan yang bijak. Hal itu hanya akan membuat masalah makin menumpuk. Jadilah lebih berani! Lakukan apa yang perlu kau lakukan. Hadapi semua dampaknya dengan tegar dan jangan pernah meminta maaf atas keputusan yang telah kau buat. Yakinlah bahwa keputusanmu adalah yang terbaik. Jangan pernah menoleh ke belakang lagi dan menyesalinya. Just prepare yourself.. for the future.

1 komentar:

  1. Statmen di tulisan lo kurang kuat tu bahas alquran kok gk ada dalil atau ayatnya gimana si nulis gk totalitas banget

    BalasHapus