Sepertinya baru kemarin saya datang ke sekolah ini, tak terasa esok adalah hari perpisahan..
Ini terasa seperti 3 tahun yang lalu, tidak ada bedanya. Bedanya mungkin hanya di postur wisudawan atau di tingkat kedewasaannya aja. Seperti 3 tahun yang lalu, saya akan kembali merasakan perpisahan yang tak terelakkan lagi. Kehilangan teman akrab lagi, memulai kehidupan dari 0 lagi dan beradaptasi dengan lingkungan baru lagi. Ya, kenyataannya itu memang terulang (lagi).
Saya teringat dengan perjalanan hidup saya di SMP ini mulai dari awal. Awalnya, saya hanyalah satu-satunya anak dari SDN Dinoyo 4 yang berhasil menjangkau sekolah ini. Dengan NUN yang -menurut saya- cukup tinggi, saya sempat merasa bangga. Tapi pada kenyataannya, nilai tersebut hanyalah nilai rata-rata di sekolah ini. Termotivasi dengan kenyataan yang ada, sejak awal Saya berencana untuk langsung aktif dalam setiap kegiatan dan perolehan prestasi akademik dalam kelas.
Sebelum itu, Saya harus menghadapi rasa canggung yang teramat sangat besar saat MOS. Selain karena kata MOS yang cukup mengerikan di telinga para pelajar, Saya juga merasa canggung karena hal lain. Ya, TEMAN. Why ? Jelas, karena saat itu aku tidak mempunyai satupun teman disana. Alasan yang cukup logis bukan ? Bahkan, aku pernah sampai tidak bisa tidur karena memikirkan hal itu. "Bagaimana caraku memperoleh teman disana ?", "Apakah anak-anak disana akan menyukaiku ?", "Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus menyapa mereka dulu ? Arrgghh.." Itulah hal yang selalu kupikirkan. Hingga saat itu tiba, yaitu hari pertama MOS. Di hari itu, aku dipertemukan dengan teman pertamaku di SMP ini. Sebut saja namanya Bian. Dengan berjalannya waktu, aku juga mulai mengenal banyak teman baru antara lain Putri, Mutia, Dewi, Bima, Aris, Budin, Vito, Qori, Abi, Ufti dan Bocah. Disinilah semua ceritaku dimulai . . .
*********************
Pagi itu, aku melangkahkan kakiku dengan canggung ketika memasuki sekolah baruku. Ya, namaku adalah Dandy Fajar Mahendra. Kalian bisa mengenalku sebagai Dandy. Sekarang aku telah resmi menjadi pelajar di SMPN 8 Malang. Disini aku hanyalah satu-satunya perwakilan dari SD-ku, dan itu sungguh membuatku canggung. Sumpah !!
Hari ini adalah hari pertama MOS. Awalnya, aku kira semua MOS sama aja. Tapi, ternyata sekolah ini berbeda. Disini kita tidak dibuat malu oleh tindakan sewenang-wenang yang biasa aku dengar dari teman-teman ketika melewati hari-hari MOS. Yang aku rasakan disini hanyalah perasaan nyaman dan ramah yang diberikan oleh kakak-kakak OSIS. Bahkan, aku merasa ukuran ini terlalu baik untuk kakak-kakak OSIS berikan pada para siswa baru. Ini baru yang namanya masa pengenalan yang bener.
Yang sangat aku ingat dalam acara hari itu adalah acara pengenalan yang sangat-sangat membantu. Kenapa aku sebut membantu ? Bagaimana tidak, tiap siswa diatur untuk berbaris rapi beberapa banjar dan berputar untuk berkenalan dengan anak-anak yang ada di sekitar kita. Dan saat itu aku menemukan teman pertamaku di SMP ini, Bian. Dalam sekali pandang, aku bisa menilai bahwa Bian adalah anak yang cukup pintar, baik dan sangat penyayang. Ia juga terlihat cukup ramah dan eerr.. imut. Mungkin itu karena dia cukup mungil.
Setelah acara perkenalan, kami menerima pengumuman tentang pembagian kelas sementara. Dan secara kebetulan, aku sekelas dengan Bian. Ini membuatku sangat senang. Dengan adanya dia, paling tidak aku masih memiliki teman ngobrol di kelas nanti. Aku dan Bian masuk ke kelas 7D. Awalnya kami agak risih karena kelas kami cukup rame. Namun setelah beberapa hari, kami mulai bisa beradaptasi dan bahkan kami mulai menyukai kelas ini dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Kakak-kakak OSIS juga sangat senang membimbing kelas kami karena kepatuhan kelas kami. Oleh karena itu, kelas kami dijuluki kelas Favorit.
Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Setelah selesai MOP (Masa Orientasi Pramuka), kelas kembali diacak. Aku sempat merasa ini tidak adil, mengapa ketika aku mulai bisa beradaptasi dengan teman baruku kelas ini dipisah lagi ? Sekarang harapanku satu-satunya hanyalah ingin tetap 1 kelas dengan Bian. Titik. Entah apa aku beruntung, harapanku terkabul. Aku kembali bersama dengan Bian di kelas 7F. Kelas ini juga sangat menyenangkan. Bahkan aku merasa kelas ini adalah kelas terbaik yang pernah aku miliki. Disisi aku menemukan banyak teman baru. Namun, hanya ada segelintir anak yang cukup akrab dan berhubungan baik denganku. Seperti, Putri si Jutek. Menurut pandanganku, Putri adalah seorang yang sangat pintar dan tentunya bisa menjadi saingan terberatku. Apalagi dengan sifat juteknya yang 'minta ampun deh' itu membuat dia sulit buat diajak bernegosiasi, apalagi tentang tugas.. Pfftt. Yang kedua adalah Mutia, menurutku dia itu tipe anak yang dermawan, ramah, baik, ceria, dan gampang jatuh cinta. Sayangnya, dia selalu mengejar anak yang levelnya berada diatasnya, jadi yaa.. cukup susah. Selanjutnya, Anja.. Dia bisa dibilang saudaranya Putri meski bukan saudara kandung sih. Anja merupakan anak yang berjiwa supel, mudah bergaul dan baik hati. Selain itu, juga ada Aura yang ceria, Erlin yang pintar B. Inggris, Tasya yang cantik, Nisa si pendiam yang pintar, dan lainnya. Apakah ada yang tau mengapa yang aku sebutkan hanyalah cewek-cewek ? Karena, pada kenyataannya aku dan Bian saat kelas 7 lebih dekat dengan cewek- daripada cowok.
Oke kita skip aja ceritaku di kelas 7 ini. Yang jelas, aku sangat gembira bisa menjadi salah satu anggota dari keluarga 7F ini. Pada akhir semester, aku menuai hasil dari kerja kerasku selama ini meskipun aku gak menyangka akan sebaik ini. Aku meraih ranking 1, yeyy !! Menurutku, hasil ini terlalu mendadak. Bahkan aku merasa was-was. Aku takut jika ini belum dimulai. Aku merasa baru membuka gerbang awal pertarungan. Ini semua kan dimulai di kelas 8. Ya, di kelas 8 . . .
************************
Tidak ada komentar:
Posting Komentar