-->
SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA . . .

Selasa, 17 Februari 2015

BElieve YOUrself!

     Sejauh ini, dalam perjalanan hidupku. Aku menemukan banyak pengalaman yang mungkin nggak ternilai harganya. Persahabatan, permasalahan, konflik, cinta, rumitnya kehidupan, sudut pandang tiap orang, pendapat, wawasan. Rasanya ini membuatku makin dewasa, atau bisa juga dibilang membuatku makin pusing. Ya.. Semakin menjelang usia dewasa, permasalahan yang dipikirkan makin rumit karena berorientasi pada masa depan. Sampai saat ini pun, aku masihlah Dandy yang dulu. Yang berbeda hanyalah fisik & mungkin sedikit sifat luar aja. Ya, namun sifat dasarku tetaplah sama. Bahkan setelah perjalanan hidup yang cukup panjang ini, aku masih seperti dulu. Nggak pernah famous. Yaa, sebenarnya aku memang nggak terlalu berambisi untuk famous. Cukup memiliki segelintir teman, sahabat & orang terdekatku yang bisa memahami aku & menganggapku ada aja itu udah cukup.
     Sekarang, aku adalah seorang pelajar kelas 10. Di kelas ini, aku memiliki 2 orang yang sudah kuanggap sebagai sahabatku. Setidaknya, aku masih bisa berbagi pikiran dengan mereka. Beberapa waktu yang lalu, kami sempat membahas blogku ini. Ini membuatku ingat ke blog yang sudah lama kutinggalkan ini. Namun, dari pembicaraan sahabatku, sebut saja Apin. Ia menyebutkan bahwa ia suka dengan blog yang hanya berisi tentang keluh kesah & curhatan gak jelas ini karena dalam suatu tulisanku ada yang sama dengan prinsip hidupnya. Kira-kira beginilah kalimatnya, "Aku ingin memiliki seseorang yang bisa mendebatku hingga aku benar-benar diam dan merasa puas dengan jawaban yang ia berikan. Bukan hanya pasrah tanpa melakukan perlawanan terhadap argumenku" yang menurut dia bisa diartikan seperti ini :
"Lek awakmu pengen ngalahno aku yo ancurno awakku (dalam arti berargumen). Lek awakmu gak iso, yo buktino lek aku salah" (Bicaranya dalam logat Jawa)
Pembicaraan itulah yang membuatku teringat akan blog ini. Dan juga, dengan kata-kataku sendiri itu, aku merasa ditampar keras. Seakan-akan itu menyadarkanku tentang posisiku sekarang ini. Ya, dulu aku berani berkata seperti itu karena rasa percaya diriku tinggi. Itu karena aku merasa cukup bisa di sekolah. Namun, di SMA ini keadaannya berbeda jauh. Aku bahkan merasa keadaan jadi berbalik 180 derajat terhadapku. Aku merasa bener-bener nggak berdaya disini. Namun, setelah teringat dengan kata-kata yang kutulis dengan tanganku sendiri. Aku jadi merasa tersindir. Mengapa aku yang dulunya bilang begitu sekarang jadi nyerah ? Bukannya dulu aku seakan menantang orang lain untuk menjatuhkanku ? Kenapa sekarang aku malah jatuh sendiri ? Apa hal ini udah cukup untuk membuatku nyerah ? Nggak. Seharusnya nggak! aku yakin ada aku bisa bangkit. Aku memang nggak tau akhir dari semua ini. Tapi aku cukup yakin bahwa aku bisa, aku mampu. Disekitarku, ada banyak orang yang mendukung. Apa aku bakal kalah & mengecewakan mereka semua yang selama ini telah membantuku sampai sejauh ini ? Nggak !
     Ortuku, Opik, Aldo, Fabian, Irra, Apin, Dhika. Mereka semua sudah cukup untukku. Aku harus bisa! aku telah sampai sejauh ini, sudah terlambat untuk kemali lagi. Aku juga telah membawa tanggung jawab & kepercayaan yang besar dari mereka. Aku nggak bisa ninggalin itu semua sekarang. Kata-kata : "Jadilah dirimu sendiri", "BElieve YOUrself". "selama kamu nggak nyerah, kemungkinan menang nggak akan 0%", "Yang bisa mengubah dirimu hanyalah dirimu sendiri", "Semua orang pasti pernah mendapati dirinya alam situasi maju, diam maupun mundur akan mati. Tapi percayalah, Allah akan memberimu jalan. Just believe it!", "Nilai bukanlah segalanya!". "Just do it!" semua kata-kata itu cukup untuk membantuku berdiri.
     SMA ini, aku bahkan gak menyangka bakal nemuin seorang pengamat semacamku. Namun, mungkin dia adalah jenis lain. Dia lebih pintar menyembunyikan banyak hal daripada aku. Meskipun kadang tindakan & pemikirannya aneh, seenggaknya aku tau kalau dia masih bertanggung jawab pada tugasnya. Tugas disini, bukan hanya dalam artian tugas sekolah. Ini jauh lebih luas dari itu. Aku jadi bisa belajar banyak darinya. Kadang, kami juga menyatakan jujur tentang pendapat masing-masing. Dia pernah bercerita bahwa awalnya dia nggak suka denganku karena sifatku yang nyerahan. Namun, belakangan ini rasa percaya diriku mulai tumbuh lagi karena dari seorang spesial. Aku rasa aku sudah memiliki sebuah pegangan sekarang. Entah pegangan itu bakalan bisa menahanku sampai nanti apa nggak. Untuk sekarang, aku cukup percaya ke dia. Iya, orang spesial yang akan mendampingiku di masa depan. Kalau itu bener, aku nggak perlu takut lagi untuk mengambil langkah. Aku percaya dia bakalan membantuku menyelesaikan semuanya.
     Apin. Ia adalah orang yang sangat mudah bergaul, suka kumpul dengan teman, berpikir logis & kritis, bisa diajak bertukar pendapat, namun aku yakin dibalik matanya, ia menyembunyikan suatu hal yang bersifat pribadi & mungkin sangat perih. Tapi, aku rasa ini adalah caranya untuk menghilangkan rasa sakit dari itu semua. Dengan selalu ceria, so woles & percaya dengan dirinya sendiri. Ia hanya ingin menghabiskan masa remajanya dengan seindah-indahnya. Sebelum semua itu berakhir menjadi sebuah tanggung jawab besar, ia ingin menjadi dirinya sendiri sementara ini. Ia juga memiliki jiwa pemimpin yang tinggi, ia ingin menjadi pemimpin yang tegas, sukses dan loyal terhadap anggotanya. Ia lebih sering terpacu ketika ia melihat seorang yang berada dibawahnya dan perlu bantuan untuk bangkit. Ia ingin memacu orang dibawahnya untuk terus berusaha & mencapai kesejahteraan. Seenggaknya, itulah yang aku ketahui tentangnya sementara ini.
    Dhika. Ia adalah salah satu acuanku juga di SMA ini. Ia adalah satu-satunya cowok yang masuk ke peringkat 5 besar. Ia merupakan anak aksel di SMPnya dulu, dan kuakui dia memang orang yang cerdas dan juga rajin. Ia memiliki cita-cita yang tinggi, aku rasa ia bisa meraihnya. Hanya saja ada satu hal yang nggak kusukai darinya. Ini tentang keinginannya untuk tinggal dan kerja di luar negeri. Dia berargumen bahwa kalau ia tinggal di Indonesia terus, ia nggak bisa mencapai kesejahteraan. Ia menganggap Indonesia mempersulit dirinya dalam meraih suksesnya. Aku hanya menyayangkan bahwa jika dia memang berhasil meraih itu semua, ia bakal melupakan tanah air yang selama ini telah menuntunnya sampai sejauh ini. Mungkin ia nggak terlalu tertarik untuk memperbaiki negara ini. Tapi, entahlah.. Aku hanya ingin bertemu dia dan Apin di masa depan. Aku ingin melihat, apa yang mereka peroleh dari semua ketetapan yang mereka buat sekarang.
     Irra. Ia adalah orang spesialku saat ini & aku harap akan selamanya begitu. Ia yang menjadi tiang penyanggaku sekarang. Aku juga berusaha menjadi tiang penyangganya. Kami berusaha saling membantu tanpa terikat oleh suatu ikatan spesial. Cukup saling mengingatkan, menjaga & percaya satu sama lain. Sambil menunggu waktu itu tiba, aku akan membuat diriku sendiri menjadi layak.
    Dari semua perkataanku ini, ada 1 hal yang merupakan inti dari semuanya.
"Hidup ini adalah milikmu, gunakan semaumu, nikmati sepuasmu namun jangan ninggalin tanggung jawabmu terhadap tugas-tugasmu. Cukup percaya pada dirimu sendiri dan jadilah.. BE YOU!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar