-->
SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA . . .

Sabtu, 21 Februari 2015

Sukses, Sejahtera dan Bahagia

     Pernah gak sih berpikir tentang alasan kita hidup di dunia ini ? Pasti pernah dong. Ada yang bilang untuk mengumpulkan bekal untuk kehidupan selanjutnya, untuk sukses, untuk membahagiakan orang tua, makmur dan sejahtera. Lalu, apa yang telah diajarkan kepada kita semua ? Langkah apa dulu yang harus kita lakukan ? Ya, bermimpi. Bermimpilah setinggi-tingginya. Berjuangla sebisa kita, bahkan jika itu harus mempertaruhkan segala hal yang kamu miliki, termasuk kebahagiaanmu sendiri. Jangan takut jatuh ! bermimpilah seakan kamu nggak akan jatuh. Cukup percaya aja pada dirimu sendiri !
     Oke, sekarang masuk ke pembahasannya. Lihat ke dalam dirimu sendiri, lihat apa yang kamu perbuat selama ini, apa saja yang telah kamu korbankan. Pernahkah kamu bertanya-tanya, sebenarnya untuk apa kalian melakukan semua ini ? Apakah ini merupakan tuntutan hidup atau sekedar keinginan orang tua ? Bukan. hidup ini bukanlah hal yang sesederhana itu. Hidup ini rumit, bahkan mungkin nggak akan bisa terpecahkan jika kalian benar-benar mengejar kesempurnaan. Mungkin kita pernah berpikir bahwa tujuan kita hidup selama ini adalah membahagiakan orang tua. Tujuan orang tua kita sendiri adalah melihat anak-anaknya sukses di masa depan nanti. Entah anaknya bakal inget ke mereka atau nggak, yang penting di masa depan nanti anaknya bisa sukses, mandiri dan bahagia. Oleh karena itu sekarang kita rajin bekerja, sekolah yang bener untuk mewujudka harapan itu. Dengan mind set, bahwa jika kita belajar dengan baik kita akan mendapat kerja yang baik pula dan akan bisa sukses nantinya. Bisa makmur dan sejahtera sesuai yang kalian bayangkan. Okelah, itu adalah hal yang wajar. Namun, apakah kalian tahu arti sebenarnya dari sukses dan sejahtera ?
     Sukses sendiri kebanyakan disalah artikan oleh sebagian orang awam, mereka menyebutnya sebagai kaya raya. Namun, di dunia ini kalian bisa disebut sukses bukan hanya dalam hal yang bersifat lahir aja. Namun diperlukan sukses batin juga yang bisa didapat melalui pembelajaran maupun kegiatan keagamaan. Ketika kalian telah berhasil mendapatkan keduanya, maka kalian bisa disebut sebagai orang yang sukses. Sukses lebih bisa disebut cukup daripada kaya raya. Cukup untuk memenuhi segala kebutuhan dan keinginanmu, kebahagiaan. Ya, selama kita bisa merasa bahagia dengan segala yang kita punya, itu sudah bisa dianggap dengan sukses. Sama halnya dengan kalian terlahir di keluarga kaya raya namun kalian merasa berada di penjara yang indah. Itu nggak akan membuat kalian merasa bahagia. Oleh karena itulah terlahir istilah "Sejahtera".
     Sejahtera. Sejahtera adalah suatu kondisi dimana tiap orang merasa bahagia dengan segala hal yang telah dimilikinya. Disaat orang yang kaya hidup bahagia dengan harta yang dimilikinya, namun disisi lain orang yang miskin juga bisa bahagia dan nggak iri dengan orang kaya. Mungkin kalian akan bertanya-tanya, mana mungkin hal itu bisa terjadi ? Ya, memang kesempatannya sangat kecil dan sulit meraihnya. Namun, itu ada. Begini ilustrasinya :
"Andai saja, jika orang miskin dibebaskan dari segala macam biaya ekonomi, contohnya pendidikan, pajak, dsb. Dan orang yang memiliki harta berlebih ditariki biaya yang besar untuk pendidikan, pajak, dsb. Serta hal itu diterapkan secara merata di tiap daerah. Maka kesejahteraan dipastikan akan terbentuk. Nggak ada lagi jurang yang terbentuk antara si Miskin dan si Kaya. Karena si miskin akan merasa tetap bisa hidup damai tanpa memikirkan biaya lainnya kecuali makan dan kepentingan keluarga, sedangkan si kaya akan merasa biasa saja karena kebutuhannya tetap tercukupi walau dikenai biaya yang besar. Nggak akan  ada rasa iri yang terbentuk diantara mereka."
Namun, sayangnya itu nggak bisa terbentuk sesuai dengan harapan karena mind set kebanyakan orang yang memang telah salah mengartikan tentang arti dari sukses. Kebanyakan orang mengartikan bahwa ketika ia menang dan meninggalkan jauh orang yang lainnya sehingga ia merasa terbang sendiri itulah yang dianggap sukses. Maka dari itu, mereka nggak mau membuat derajat mereka setara dengan orang lainnya. Mereka seakan berlomba meraih titik tertinggi tanpa memperdulikan orang-orang yang tertinggal jauh dibelakangnya. Mereka beranggapan bahwa jika mereka menang bahkan jika itu tanpa teman disisi mereka, mereka akan hidup bahagia.
     Ya, Bahagia. Itulah kunci sekaligus tujuan dari kita hidup ini. Kita mengorbankan segalanya demi meraih kebahagiaan. Sebenarnya, itu hanyalah sebuah ilusi kekesalan kita karena telah melewati masa-masa kecil. Dimana saat itu, kita nggak perlu memikirkan tanggung jawab, cinta, belajar, kaya dan harapan-harapan lainnya. Disaat kita hanya butuh bermain dan meraih kebahagiaan kita sepuas yang kita mau. Oleh karena itu, kalian ingin semua itu kembali lagi di masa depan. Meski memang nggak akan kembali seutuhnya, namun seenggaknya kita berusaha agar kita bisa tenang dan bahagia karena telah berusaha semaksimal mungkin meraih kebahagiaan kita dengan usaha kita sendiri. Kita diajari oleh pengalaman selama kita hidup, mendapat wawasan tentang segala hal yang ingin kita ketahui saat kita kecil. Itulah perbedaan antara kebahagiaan masa kecil dan kebahagiaan masa tua.
     Saat kita menginjak dewasa, kita akan menjadi manusia yang super rumit. Manusia yang mengorbankan kesehatan demi segala hal dan mengorbankan segala hal demi kesehatan. Manusia yang terus bekerja tanpa menikmati hari-hari yang dilaluinya seakan ia nggak akan mati dan ia mati tanpa merasakan kebahagiaan di masa ini maupun di masa depan. Ingatlah kata-kata ini !

"Yang kita kejar selama ini adalah kebahagiaan. Kebahagiaan yang telah direbut secara paksa saat kita menginjak usia dewasa. Oleh karena itu, apapun yang ingin kamu lakukan. Lakukanlah dengan bahagia. Jangan biarkan aturan membuatmu merasa mati. Nikmatilah waktu-waktumu bersama orang-orang yang kamu sayang. Teruslah bekerja untuk meraih kebahagiaan, hingga kebahagiaan itu mencapai puncak saat masa tuamu tiba."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar