Tanggal 14 - 16 Juli kemaren, aku menjalani MOS di Smarihasta. Ini aku anggap sebagai pengalaman MOS pertama karena meskipun dulu aku pernah melakukan MOS di SMP, itu terlalu mudah. Dan di MOS kali ini, aku memang merasakan perbedaannya. Yaa.. MOS ini memberi kesan yang lebih mendalam dan lebih banyak pelajaran yang bisa diambil. Karena itulah, aku ingin mengabadikannya dalam bentuk tulisan di blog ini.
Monday, 14 February 2014...
Hari itu adalah hari pertamaku menjalani MOS. Pada hari itu, aku datang ke sekolah dengan seragam SMP, topi kerucut berhias daun-daun kering, tas dari kain belacu, name tag, dan peralatan lain yang menunjukkan bahwa aku adalah anak MOS. Selain itu, aku juga berkewajiban untuk selalu menyapa dan memanggil kakak-kakak OSIS dengan sebutan "KAK" selama MOS berlangsung. Itu merupakan tantangan terberat bagiku karena itu akan menunjukkan sisi lainku yang biasanya hanya kuperlihatkan pada teman-teman dekatku saja. Ini seakan-akan mengajariku cara menggunakan fake smile. Hngg...
Hari itu, setelah sebelumnya telah terpilih orang-orang yang akan menemaniku untuk menjalani untaian takdir ini. Teman-teman sekelasku, kakak-kakak PK.. Mereka dan aku memasuki jalan takdir ini. Awalnya, aku duduk bersama teman yang dulu 1 SMP denganku. Sebut saja namanya Rafqi. Namun, pada akhirnya kami terpisahi karena peraturan yang telah diberlakukan. Peraturan itu adalah kami harus duduk sebangku dengan cewek dan yang berbeda sekolah asal. Entah kenapa, saat itu aku duduk bersama seorang cewek yang berasal dari luar daerah. Ternyata, ia berasal dari SMP di daerah Kalimantan. Cukup jauh bukan ? Ia kos di daerah Malang. Aku juga melihat beberapa anak yang ternyata juga kos di Malang. Itu membuatku berpikir, mengapa mereka mencari sekolah yang sangat jauh dari tempat tinggal mereka ? Bukankah ini makin menyulitkan mereka ? Apa yang mereka pikirkan ? Namun, ada satu hal yang aku tau pasti tentang mereka. Mereka pasti anak yang pintar dan memiliki keyakinan yang teguh akan masa depan.
Oke, kembali ke cerita. Awalnya, aku sama sekali tidak kenal dengan seluruh anggota kelas X-1 ini. Tapi, dengan berjalannya waktu kami saling mengenal karena berbagai kejadian yang seakan-akan telah dibuat secara sengaja. Melalui kebingungan, melalui kekompakan, melalui keharusan untuk mengenal 1 sama lain. Dengan adanya hal itu, aku berhasil akrab dengan beberapa anak, antara lain Maulana, Ulin, Dhika, Firda, Brandis, Neo, Wildhan dan Raafi. Awalnya, kami semua merasa senang dengan segala hal yang terjadi selama MOS berlangsung. Tapi, itu nggak bertahan lama. Ketika acara hampir selesai, tibalah Tim MOS. Tim MOS adalah julukan bagi anggota OSIS yang memiliki tugas dalam hal mendisiplinkan para peserta MOS. Kami juga menyebutnya sebagai Kak ber-bet Hitam. Saat itu juga, semua anak yang biasanya tenang dan sedikit meremehkan tugas MOS mulai terlihat tegang. Hari itu banyak anak yang dinilai salah oleh Tim MOS karena tugas yang kurang benar. Dan di hari itu juga aku pertama kalinya merasakan bagaimana rasanya MOS yang sesungguhnya. Tapi, kami semua tetap berfikir positif bahwa itu semua hanya akting yang biasa dilakukan saat MOS.
Sebenarnya, kami tidak terlalu sebal pada Tim MOS. Hanya saja, menurut kami mereka juga salah. Masa' kami disuruh tersenyum ketika keadaan sedang serius. Dan jika kami tersenyum, katanya 'cengengesan'. Lagipula, nggak seperti kakak-kakak OSIS yang lain. Tim MOS itu nggak pernah tersenyum sekalipun saat kami semua telah menyapa mereka secara baik-baik. Huh, nyebelin banget kan ? Tapi, tetep aja, kami tidak berani ke mereka. Apalagi setelah melihat kakak-kakak OSIS lainnya yang terlihat sangat tunduk kepada mereka. Bahkan, sang ketua OSISpun juga begitu. Kami juga nggak tega melihat kakak-kakak PK kami yang terus-terusan dimarahi hanya karena kesalahan kecil kami. Bukankah mereka sudah berjuang semampu mereka ? Kenapa masih terlihat salah aja di depan Tim MOS...
Oke, setelah itu kami kembali meneruskan acara hingga akhir dan berharap-harap cemas agar Tim menyebalkan itu nggak datang ke kelas kita lagi. Tugas untuk hari berikutnya pun makin menantang. Apakah tugasnya ?
1. Memberi surat simpati + 1 Oreo untuk kakak OSIS yang menurut kami terbaik dan memberi surat Antipati + 1 Beng-beng untuk kakak OSIS yang menurut kami paling jahat. Dan kedua surat itu akan kami berikan secara langsung kepada yang bersangkutan besok pagi di lapangan. OMG !
2. Membuat yel-yel kelas untuk dilombakan di lapangan besok pagi.
Itulah beberapa tugas yang diberikan kepada kami hari itu. Maaf cuma nulis segitu, abis banyak banget sih. Aku juga males ngetiknya. Wkwk. Oke, kembali ke cerita. Akhirnya aku memutuskan untuk memberikan surat simpati'ku pada Kak Fira (PK X-1) dan surat antipati'ku ke Kak Silvy (Tim MOS). Hari pertama MOS pun berakhir...
To Be Continued . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar