Hari ini adalah hari kedua MOS di Smarihasta. Tidak berbeda jauh dengan kemaren, pagi ini akupun harus menyapa tiap kakak-kakak OSIS yang dengan setianya menunggu dan menyambut para peserta MOS di gerbang sekolah. Seperti biasa, ada kakak-kakak OSIS yang ramah dan ada juga yang jutek bingits. Pagi itu, aku ingin langsung masuk ke kelas. Lagipula, ngapain juga aku berlama-lama di aula. Ya gak ?
Saat aku masuk ke kelas, ternyata aku adalah peserta pertama yang datang. Kelas terlihat sangat sepi dan.. dingin. Ya, memang hari itu suhunya cukup rendah. Mungkin dibawah 20 derajat Celcius. Sebenernya, aku nggak berniat datang pagi-pagi seperti ini. Saat itu aku hanya takut telat, tau sendiri kan kalo telat bisa berhadapan sama Tim MOS yang nyebelin itu ? Dan aku nggak mau berurusan dengan orang-orang itu. Beberapa menit menunggu anak lain yang datang, aku menyibukkan diriku dengan keliling-keliling kelas sambil berpikir dan mengamati segala hal yang ada. Aku hanya merasa senang aja, harapanku sejak SMP dulu terwujud. Aku nggak nyangka bisa masuk di SMA harapanku ini. Oleh karena itu, aku berusaha untuk menikmati semua hal yang ada di sini. Awalnya, leinginanku masuk kesini hanya karena 3 alasan. Ya, awalnya aku memang nggak terlalu tau mengenai SMA yang bagus. Aku cuma ngikutin kata hati aja. Alasannya adalah :
1. Aku mendengar banyak teman dekatku yang bertujuan masuk ke Smarihasta dengan alasan sekolah ini sebagai salah satu sekolah favorit yang posisinya tengah-tengah. Jadi persaingannya nggak terlalu ketat dan aku bisa nyaman karena posisi sekolah ini yang cukup dekat dengan rumahku.
2. Aku ingin masuk jurusan IPA
3. Aku ingin masuk ekskul basket dan memulai semuanya dari awal lagi.
Dari ketiga misiku itu, ternyata misi awalku gagal. Ya, teman-teman akrabku yang aku harapkan sesekolah denganku gagal bertahan di seleksi PPDB. Dan sekarang, aku akan mengusahakan misi kedua dan ketigaku sebaik-baiknya. Jika ternyata ketiga misiku gagal semua. Aku nggak tau bakal jadi kayak gimana, seakan-akan aku jadi kehilangan harapan hidupku disana.
Oke, lupakan aja. Yang terpenting sekarang jalanin dulu aja. Eh, kok aku jadi curcol ya ? Wkwk. Kembali ke cerita. Setelah semua anggota kelas X-1 datang, kami disuruh untuk berkumpul di lapangan untuk melaksanakan apel pagi. Apel pagi inilah yang ditunggu-tunggu dan yang paling greget di acara hari ini. Tau kenapa kan ? Ya, karena di apel pagi ini akan ada lomba yel-yel dan pemberian surat simpati serta antipati pada kakak-kakak OSIS. Sebelumnya, kami bersama-sama latihan yel-yel di dalam kelas, memeriksa barang bawaan anak-anak sekelas dan terakhir berbaris di depan kelas.
Setelah menjalani apel pagi yang cukup singkat dan sedikit pengumuman tentang pondok ramadhan. Akhirnya kami memulai lomba yel-yel. Sebenernya kelas kami terutama yang cowok kurang berminat ikut lomba ini. Ya karena yel-yel ini diambil dari lagu Girlband JKT48 dan gerakannya pun nggak beda jauh. Tau sendiri kan gimana reaksinya cowok pas ngelakuin yel-yel itu ? Sedikit memalukan, itulah pemikiran kaum adam. Tapi, dengan melakukan lomba yel-yel ini kami mendapat banyak pelajaran yang berarti. Kami belajar tentang arti kekompakan, kebersamaan, keberanian, dan pentingnya berorganisasi. Inilah yel-yel kelas X-1 :
(Nada : Heavy Rotation - JKT48)
LARES X-1
Kawanku..
I wait you..
I need you..
Slalu di hatiku
Inilah kami LARES klas X-1
Ceria slalu bersama
Diriku..
Dan kamu..
Selalu..
Berjuang bersama
Kamilah kelas kebanggaan SMARIHASTA
Klas calon duta dunia (2x)
Setelah kelas kami maju menyanyikan yel-yel dengan penuh semangat dan sedikit rasa malu, akhirnya kami kembali duduk dan menyaksikan kelas lain membawakan yel-yel mereka. Kemudian, dilanjutkan ke acara selanjutnya yaitu penyerahan surat simpati dan antipati ke kakak OSIS. Ini adalah yang paling menegangkan, masalahnya surat ini langsung diberikan ke orang yang bersangkutan. Kalo surat simpati sih biasa aja, yang bermasalah itu yang surat antipati. Tapi mau gimana lagi ? Aku cuma bisa pasrah.
Setelahnya, kami langsung diajarkan baris-berbaris di lapangan. Tapi ada satu hal yang mengejutkan di sini. Tiba-tiba, Kak Tim MOS yang mengawasi kami marah-marah ke pengajar baris-berbaris dan marah-marahnya itu terlihat membela kami, peserta MOS. Dengan adanya hal itu, kami menyimpulkan mungkin Tim MOS udah mulai melunak. Tapi, hal itu nggak bertahan lama. Setelah masuk kelas, Tim MOS kembali mengintrogasi kelas kami. Tapi meskipun udah nggak ada yang salah, seakan-akan masih ada aja yang salah di depan Tim MOS itu. Ya, sekarang mereka menyalahkan kami karena beberapa isi surat antipati yang kami kirimkan ke mereka terlalu tidak sopan. Mereka jadi makin marah. Selain itu, ketika jam kosong ada kak sie dokumentasi yang datang untuk mengambil foto kelas. Tapi karena koordinasi yang kurang benar, akhirnya terjadi konflik panas di kelas X-1. Kelas ini seakan-akan menjadi ajang kontroversi. Ini makin membuat keadaan kelas jadi makin tegang. Pemikiran kami tentang akting ini jadi mulai goyah. Apa akting bisa sesempurna ini ? Apalagi sampai nangis-nangis gini. Hari itu, MOS pun diakhiri dengan keadaan yang nggak beda jauh dengan kemaren. Dan ini membuat kami merasa makin sumpek dengan adanya MOS ini serta ingin mengakhirinya secepat mungkin.
To Be Continued . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar