Perkenalkan, namaku Dandy Fajar Mahendra. Hari ini, hari pertama aku masuk ke sekolah menggunakan seragam abu-abu. Ya, hari ini aku telah resmi jadi siswa Smarihasta jurusan MIA. Tapi jangan salah, kali ini aku tidak ingin menceritakan ataupun menyombongkan perkara tersebut. Kali ini aku hanya ingin curhat aja tentang masalah terbesarku selama ini. Aku adalah tipe orang yang sangat sulit bergaul. Selama ini aku udah berusaha buat jadi temen yang asyik, ceria serta selalu membantu teman-temanku ketika mereka butuh bantuanku dan aku bisa menanganinya. Tapi rasanya, itu semua hanya sebuah fake smile. Ketika aku berusaha untuk menjadi orang yang aku harapkan, yang ada malah aku selalu merasa bahwa aku nggak bisa menjadi diriku sendiri. Pepatah bijak mengatakan,"Yang terpenting adalah melakukan yang terbaik dan yang menurutmu baik". Aku udah merasa melakukannya, namun tetep aja seakan masih ada berbagai pertanyaan di diriku. Aku masih belum bisa menerima seutuhnya keadaanku yang sekarang ini sekalipun aku udah berusaha mensyukurinya.
Permasalahan pokoknya berada di keberanianku. Seperti tadi sore, saat itu aku ada jadwal ekskul basket di sekolah. Namun, karena aku belum mendaftar dan tidak ada teman yang bisa diajak diskusi tentang hal itu aku memutuskan untuk mengecek sendiri ke sekolah. Dan disinilah masalahnya dimulai. Saat aku tiba disana, aku melihat udah banyak anak yang latian. Aku tau aku telat. Dan disaat itu jugalah keraguanku muncul. Setelah melihat sekilas, aku tidak bisa membedakan mana yang kakak kelas dan mana yang merupakan teman seangkatanku. Aku takut jika ternyata disana aku dianggap nelat, gak ada temen seangkatan dan dihukum. Aku belum siap untuk menerima itu semua diawal aku masuk ekskul ini. Ini bisa membuat mentalku makin down. Dan disinilah aku, ditengah-tengah rasa bimbang dan terombang-ambing diatas keraguanku sendiri. Saat itu, dipikiranku hanya ada dua pilihan yaitu pulang atau nekad ikut latihan. Tiba-tiba aku merasakan angin besar yang menggoyangkan pohon-pohon disekitarku yang seakan-akan menyuruhku untuk maju. Aku jadi teringat ketika ada orang yang pernah mengatakan padaku,"Ketika kamu merasa bimbang, sebenarnya alam selalu mendukungmu untuk terus maju. Sayangnya, jarang sekali dari kita yang bisa merasakannya". Aku nggak tau itu bener apa nggak, tapi setelah merasakannya sendiri tadi sore aku jadi merasa jika itu memang bener.
Oke, kembali ke cerita. Setelah beberapa saat dalam masa-masa bimbangku, akhirnya aku membuat keputusan bahwa aku akan mengambil pilihan.. pulang. Yaa, aku tau aku bener-bener pengecut. Bahkan sangat pengecut. Hanya karena masalah sepele seperti itu aku nggak berani menghadapinya. Pasti itu yang kalian pikirkan kan ? Ya, aku tau itu. Dan aku juga menyadarinya. Tapi ketika kamu sedang dalam situasi sepertiku, kadang kamu pasti akan merasa bingung sebingung-bingungnya. Apalagi jika kamu adalah tipe manusia sepertiku. Itu merupakan tantangan terberat. Ya, aku cuma berharap kedepannya nanti aku bisa menemukan beberapa orang yang bisa dan mau membantuku dalam menyelesaikan masalah-masalah dalam pergaulanku ini. Aku butuh temen yang bisa bener-bener akrab dan bisa mengerti jalan pikirku. Aku sangat butuh itu . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar